SLEMAN, 17 April 2026 – Dalam upaya memperkuat kapasitas teknis terkait astronomi Islam, Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purworejo melaksanakan kunjungan kerja dan studi banding ke Griya Antariksa, Condongcatur, Sleman, pada Jumat (17/4/2026). Kunjungan ini difokuskan pada pendalaman materi mengenai tata cara penggunaan peralatan modern untuk rukyatul hilal (pemantauan bulan sabit) serta teknik pengukuran arah kiblat yang akurat. Sebagaimana diketahui, Griya Antariksa merupakan pusat edukasi dan layanan astronomi yang sering menjadi rujukan lembaga pemerintah dalam pengembangan ilmu falak di Indonesia.
Belajar Alat Digital dan Tradisional
Rombongan dari Kemenag Purworejo yang dipimpin oleh Drs. M. Basuni disambut langsung oleh Direktur Griya Antariksa, Mutoha Arkanuddin. Dalam sesi studi banding ini, para peserta mendapatkan kesempatan untuk: Praktik Peralatan Rukyat: Mempelajari penggunaan teleskop dan perangkat Hilal Tracker untuk menentukan posisi bulan secara ilmiah. Metode Pengukuran Kiblat: Mendalami teknik verifikasi arah kiblat menggunakan alat Qiblat Tracker dan metode bayang-bayang matahari (rashdul qiblat) untuk meminimalisir kesalahan arah di masjid atau musala di wilayah Purworejo.
Komitmen Pelayanan Umat
Perwakilan dari Seksi Bimas Islam Kemenag Purworejo menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat krusial mengingat tantangan di lapangan saat penentuan awal bulan Hijriah maupun saat masyarakat meminta bantuan untuk kalibrasi arah kiblat. Dengan pemahaman alat yang lebih mumpuni, diharapkan pelayanan Kemenag kepada umat di Kabupaten Purworejo dapat semakin profesional dan presisi. Kegiatan yang berlangsung secara intensif ini diakhiri dengan sesi diskusi mengenai integrasi teknologi digital dalam penghitungan hisab guna mendukung data lapangan yang lebih valid.

